Rabu, 03 Oktober 2012

5 Sosiopat yang Berakhir Dengan Vonis Mati

Masih ingatkah Anda dengan Ryan si Penjagal, atau beberapa dekade terakhir dengan nama Baekuni alias Babe, Robot Gedek? Mereka adalah para pelaku tindak kejahatan pemerkosaan disertai pembunuhan dengan korbannya adalah sesama jenis. Beberapa menyebutkan bahwa ketiga penjahat tersebut mengidap kelainan dalam masalah orientasi seksual. Dan ternyata Aksi kejahatan yang dilakukan oleh mereka tidak begitu saja terjadi, dan kelainan jiwa itu tidak tumbuh begitu saja. Beberapa disebabkan karena pengalaman yang dialami sewaktu kecil, baik pelecehan seksual maupun korban kekerasan, akibatnya pemikiran mereka terbentuk atas kebencian dan penderitaan akan masa lalu.
Pemikiran dan obsesi mereka yang tidak wajar ini dikenal oleh sebagian orang dengan istilah psikopat, dan bukanlah kegilaan seperti mereka yang hilang akal sehatnya. Hanya saja seorang disebut psikopat karena mereka merugikan masyarakat –antisosial. Psikopat yang pengidapnya disebut sosiopat, sangatlah berbeda dengan orang gila (skizo/psikosis), karena para sosiopat sadar sepenuhnya dengan apa yang dilakukannya. Berikut 5 sosiopat yang berakhir dengan hukuman mati:

1. Albert Fish
Terlahir dari pasangan Ellen dan Randall Fish di Washington tahun 1870, Albert Fish tumbuh dewasa menjadi seorang pembunuh berantai sekaligus pemerkosa dan memakan korban perempuannya. Atas aksi kejahatan yang dilakukannya, media cetak setempat dan nasional di Amerika Serikat pun memberinya julukan “Boogey Man” dan “Werewolf of Histeria.” Ia sebenarnya tumbuh dewasa di panti asuhan, hal tersebut dialaminya karena kedua orangtuanya mengalami gangguan mental.
Di panti asuhan itu kemudian Albert bergaul dan berteman dengan seseorang yang mengenalkannya pada kebiasaan yang sangat buruk, menikmati kesendirian (pervert). Seseorang yang mengonsumsi kotorannya sendiri. Bahkan Albert pun menjadi korban pelecehannnya. Sehingga Albert pun tumbuh dewasa disertai pengaruh yang kuat dari pengalaman masa kecilnya. Ia menjadi seorang sado masokis, bahkan pernah mencoba untuk memotong kelamin seorang bocah laki-laki dan membunuh gadis berusia delapan tahun, dan tubuh mereka kemudian dijadikan santapan. Atas aksi kejahatan yang bengis tersebut Albert pun dijerat hukum dan dijatuhi hukuman mati di atas kursi listrik di tahun 1936.

2. Carl Panzram

Carl Panzram seorang psikopat yang dilahirkan pada Juni 1891, adalah seseorang yang mengakui bahwa diri memiliki penyimpangan seksual, sodomi. Ia menghabiskan masa remaja dengan mencopet, mabuk-mabukan dan merampok, sehingga tidak aneh apabila ia sering keluar masuk penjara. Namun semakin ia tumbuh dewasa, kejahatannya pun semakin menjadi dan lebih buruk lagi. Ia memerkosa (menyodomi) korban perampokkannya di bawah ancaman senjata api yang selalu dibawanya. Pada 1920 ia mulai membunuhi korban-korbannya, bahkan ada pula yang dibakarnya. Kebanyakan yang mejadi korbannya adalah lelaki remaja dan anak-anak. Panzram kemudian divonis hukuman mati pada 1930.

3. Gary Heidnik

Lain lagi dengan psikopat yang satu ini. Gary Michael Heidnik dilahirkan pada November 1943. Kelainan jiwanya bahkan terlihat dari hobinya yang aneh saat itu, yakni menempelkan uang dengan perekat hingga memenuhi dinding rumahnya. Ia terobsesi untuk memiliki keluarga besar, sehingga untuk itulah ia banyak melakukan penculikan,pemerkosaan dan bahkan menghamili sepuluh perempuan untuk memudahkan tercapainya keinginan.
Ia menculik lima perempuan dan mengikatnya di ruangan bawah tanah. Para korban itu kemudian ia siksa dan digagahi satu per satu. Ia bahkan memberi makan para korbannya dengan makanan sisa, makanan anjing dan bahkan tubuh perempuan yang telah dibunuhnya. Petualang kejahatannya berakhir seiring dengan eksekusi yang dijatuhkan kepadanya pada juli 1999 di Pittsburgh, Pennsylvania.

4. Carlton Gary

Carlton Gary lahir Desember 1952 di Columbus, Georgia. Diabaikan oleh sang ayah, ia tumbuh besar bersama seorang ibu serta bibinya di dalam kemiskinan. Baik ibu maupun bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga untuk seorang perempuan tua dan kaya. Namun sang ibu rupanya tidak sanggup menghadapi kenyataan dan merawat seorang anak di dalam kemiskinan, Albert pun diabaikan. Akibatnya Albert hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, dan menjadi seorang pemberontak sekaligus penjahat. Ia pun nekad menerobos masuk ke dalam rumah majikan ibunya, dan memperkosa pemilik rumah dengan kejam. Cekikan tangan Albert yang kuat pun membunuh nyonya kaya pemilik rumah besar sekaligus majikan ibunya. Atas aksi kejamnya Albert divonis hukuman mati pada 1986.

5. John Wayne Gacy

Psikopat yang terakhir di daftar lima kali ini, memiliki sifat dan karakter yang berbeda dengan sebelumnya. John Wayne Gacy, seorang pria kelahiran Chicago, Illinois, 17 Maret 1942, merupakan anak dari pasangan John Wayne Gacy dan Marion Elaine Robinson. John adalah pria yang sopan, ramah, supel dan cakap, bekerja sebagai seorang pengusaha. Namun dibalik ketenangan dan keceriaan yang dimilikinya, ia melakukan aksi pemerkosaan dan penyiksaan terhadap remaja pria yang menjadi korbannya. Berdasarkan kesaksian salah satu korban yang selamat, sebelum melakukan pemerkosaan dan penyiksaan, John membius korbannya dengan kloroform. Sehingga begitu korban tersadar, tubuhnya telah terikat. Sebanyak 28 mayat ditemukan di bawah lantai rumahnya dan beberapa mayat lainnya ditemukan di sungai. Akibat kejahatannya John divonis suntik mati pada 1994.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar